Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Selasa, 27 September 2011

Batrei berbahan gel lebih murah dan aman


Perangkat-gadget-Anda-akan-semakin-aman-dengan-baterai-berbahan-jelly-ini



Perangkat gadget Anda akan semakin aman dengan baterai berbahan jelly PARA peneliti dari Inggris menemukan gel yang dapat menggantikan cairan elektrolit dalam baterai lithium. Penemuan gel ini menjadi bahan dasar pembuatan baterai jenis baru untuk berbagai perangkat elektronik.
menggunakan ‘jelly’ ini, ukuran baterai bisa lebih mungil, harganya lebih murah, dan penggunaan listrik pun akan semakin efisien. Keamanan penggunaan baterai pun akan semakin terjaga karena akan cairan elektrolit dalam baterai lithium yang cukup berbahaya.
Penggunaan jelly dalam baterai jenis baru ini akan mencegah kebocoran elektrolit jika baterai ditusuk.
Baterai berbahan jelly ini juga dapat menjaga suhu dalam gadget menjadi lebih sejuk. Berbeda dengan kebanyakan baterai yang digunakan saat ini, yang cepat panas dan dapat menimbulkan percikan api.
Ian Ward, professor dari University of Leeds, merupakan pencetus baterai berbahan jelly ini. Seperti diberitakan Huffington Post, Selasa (13/9), lisensi baterai ini dipegang perusahaan asal Amerika, Polystor Energy Corporation.
“Gel polymer yang digunakan terlihat seperti solid film, tapi sebenarnya elemen ini terdiri dari 70% cairan elektrolit,” papar Ward.
“Proses pembuatannya hampir sama seperti membuat agar-agar, Anda harus menambahkan air panas dalam jumlah banyak ke bubuk gelatin. Dalam hal ini, kami mencampurkan polymer dan elektrolit. Hasilnya, elemen yang padat namun fleksible,” lanjut Ward.
Penemuan baterai jelly ini menambah ‘bahan bakar’ alternatif yang dapat digunakan untuk perangkat gadget. Sebelumnya, para peneliti dari Cina menemukan ponsel bertenaga Coca-Cola.
(rere/gur)

quyabeck Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar