Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Minggu, 25 Maret 2012

Restorasi Meiji dan HIMASAIFI


(Gambar : Ketua Jurusan Fisika Mada Sanjaya WS, Ph.D)



Dalam acara pelantikan kepengurusan baru HIMASAIFI (Himpunan Mahasiswa Sains Fisika) KBM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ketua Jurusan Fisika Mada Sanjaya WS, Ph.D memberikan sambutan dan mengatakan bahwa HIMASAIFI harus menjadi fasilitator atau penggerak, seperti halnya negara Jepang pada zaman kekuasaan Kaisar Meiji pada peristiwa bersejarah yang telah diakui dunia yaitu “Restorasi Meiji”.
Tahukan sejarah Restorasi Meiji? Restorasi Meiji atau yang disebut juga Revolusi Meiji, atau Pembaruan Meiji, adalah serangkaian kejadian yang berpuncak pada pengembalian kekuasaan di Jepang kepada Kaisar pada tahun 1868. Restorasi ini menyebabkan perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial Jepang, dan berlanjut hingga zaman Edo (sering juga disebut Akhir Keshogunan Tokugawa) dan awal zaman Meiji. Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun yang mencakup akhir zaman Edo dan awal zaman Meiji. Restorasi ini diakibatkan oleh Perjanjian Shimoda dan Perjanjian Towsen Harris yang dilakukan oleh Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat. Begitulah sekilas info dari restorasi meiji.
Menurut beliau, restorasi meiji dipimpin oleh Kaisar Meiji yang waktu itu masih berusia 15 tahun untuk melakukan sebuah perubahan besar di Negara Jepang. Kalau Kaisar Meiji saja bisa melakukan perubahan yang sangat besar dan diakui oleh dunia, kenapa kita sebagai pengurus HIMASAIFI yang usianya lebih dari 15 tahun tidak bisa melakukan hal yang sama? Jepang  mampu melebihi negara-negara yang maju seperti Amerika serikat, eropa dan Negara lainnya setelah mengalami keterpurukan, kenapa kita tidak bisa? Kita pasti mampu untuk melakukannya. Kita bisa membuat perubahan HIMASAIFI menjadi lebih baik dari yang lainnya. Kita bisa mulai dari sekarang!
Beliau juga memberikan sedikit pesan, beliau mengatakan “Banyak masalah dalam keorganisasian masalah utamanya itu adalah tidak komitmennya pengurus, tidak loyalnya pengurus dalam mewujudkan visi misi dari keorganisasian. Itu yang berbahaya. Ketika ada satu dua tiga pengurus yang tidak komitmen dengan janjinya itu sama saja seperti kanker, awalnya satu sel rusak, sel itu berkembang dan berkembang sampai akhirnya menghancurkan menggorogoti tubuh kita. Kita harus loyal dan komitmen dengan sumpah kita, dengan tetap tawadzu dengan tetap seimbang. Apabila kita bisa komitmen dalam organisasi ini dan semua pemikirannya sama mewujudkan HIMASAIFI go international itu bukanlah hal yang tidak mungkin.”
Ayoooo untuk para pengurus yang baru, kita buktikan bahwa kita bisa tetap loyal dan komitmen dengan janji kita dan sumpah kita yang telah kita ucapkan atas nama Asma Allah. Pasti bisa! J

Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

4 komentar:

  1. Keren tuh..
    ayo gogogogogo...

    himasaifi metamorfosa

    BalasHapus
  2. SIph. HIMASAIFI SIAP GO INTERNASIONAL . . .

    BalasHapus
  3. aku mau jadi perwakilan buat go internasionalnya he...

    BalasHapus
  4. hajuh hajuhh itu Anonim yang pertama ngomen'y kejam eaaaa ^_^v
    cung siapaaa itu xixixixi

    BalasHapus