Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Selasa, 10 April 2012

Fakta-Fakta Ilmiah yang Tidak Berlaku di Film Hollywood


Film-film modern (khususnya produksi Hollywood) menerapkan berbagai efek khusus. Kadang ahli efek khusus tidak memahami betul bagaimana hukum fisika dari sesuatu yang ingin diberinya efek. Kadang pula, mereka menerima begitu saja tradisi efek khusus, mengira hal tersebut memang benar di dunia nyata. Kemungkinannya yang lain, para pembuat mungkin tahu, tetapi tetap memilih demikian agar terlihat lebih keren.
Berikut fakta ilmiah yang seharus berlaku namun tidak di umumnya film-film dengan efek khusus:
FISIKA
1. Gerak Jatuh Bebas
Akibatnya: Mobil Tidak dapat Menyeberangi Jembatan Putus
Level: Kelas 1 SMP
Kita semua paham kalau film kartun, ketika seorang tokoh karakter berdiri di udara dan jatuh ketika sadar ia tidak menginjak tanah, melanggar hukum gravitasi. Tetapi dalam film-film seperti Speed dan film-film aksi yang menunjukkan pelompatan jembatan, pelanggaran hukum gravitasi tetap ada. Ini mengapa para pesulap tidak ingin menunjukkan aksi melompati potongan jembatan yang putus. Di dunia nyata, mobil seberapa cepatpun tidak akan dapat melewati jembatan putus. Fakta ini ada dalam hukum gerak dasar yang kita pelajari di sekolah. Hanya gerak parabola yang mungkin melewati sebuah jembatan putus. Ambil contoh ketika seorang pelompat jauh ingin melakukan aksinya. Walau begitu, mobil tidak mungkin seperti roket atau meriam yang harus mengambil sudut tertentu ke atas sebelum melompat. Mobil hanya bergerak lurus ke depan dan secepat apapun, gravitasi akan segera menariknya ke bawah dan gagal menyeberangi jembatan putus. Pada saat gempa tahun 1989 di San Francisco, seorang pengendara melihat celah di jembatan dan mencoba secepat mungkin agar dapat melewatinya, mungkin karena melihat adegan di film. Sayangnya, karena hukum fisika di dunia nyata berbeda, mobil tersebut jatuh.

2. Hukum Gaya Gesek
Level: Kelas 1 SMP
Akibatnya: Peluru dari Moncong Pistol tidak Menimbulkan Api
Hukum gesekan mengatakan semakin rendah gesekan, maka semakin sedikit gaya yang terbuang. Para insinyur berjuang untuk memberikan benda bergerak gaya gesek seminimal mungkin. Mobil balap misalnya, memiliki ban yang gaya geseknya sangat rendah sehingga mampu meluncur dengan cepat. Hal yang sama berlaku pada peluru di pistol. Agar peluru dapat bergerak sangat cepat, gesekan harus dikurangi seminimal mungkin. Kemunculan api dari moncong senjata api menunjukkan kalau banyak gesekan yang terjadi antara peluru dengan wadahnya. Hal ini berarti senjata tersebut efisiensinya buruk. Tetapi di film, untuk menunjukkan kalau senjata api ditembakkan, pembuat film terpaksa harus melanggar hukum fisika ini. Kadang dalam film, sebuah pistol atau senjata mesin menunjukkan api yang besar dari moncongnya.
Akibatnya: Peluru yang Luput dari Sasaran tidak Menimbulkan Percikan
Api dari moncong peluru merupakan gesekan antara peluru dengan moncong senjata api. Jika gesekan ini besar, maka moncong akan cepat aus dan rusak. Para insinyur senjata api memilih memakai peluru dengan pelapis timbal untuk menghilangkan efek ini. Timbal lebih lembut namun padat sehingga tidak menggores moncong senjata api. Selain mempercepat peluru, tidak adanya api letupan dari moncong senjata api membantu menghilangkan petunjuk sumber tembakan dan membuat musuh kebingungan. Dan ini juga berakibat pada posisi akhir peluru. Ketika menghantam dinding atau sedikit meleset dari sasaran, tidak akan ada muncul percikan api. Tetapi di film, kembali, ketika peluru luput dari target (dan targetnya umumnya manusia), akan muncul percikan. Percikan hanya muncul ketika peluru yang digunakan adalah baja atau logam keras lainnya yang mengenai permukaan keras seperti batu. Hal ini karena pecahan kecil bahan yang ditabrak terpanaskan, terbakar, dan terlontar, sama halnya dengan gesekan peluru dan moncong senjata tadi. Dengan peluru modern, hal ini tidak dapat terjadi dan sepertinya Hollywood mengabaikan masalah ini demi kerennya film action mereka.

3. Perambatan Gelombang Suara
Akibatnya: Suara tidak dapat merambat di ruang angkasa
Level: Kelas 2 SMP
Setiap gelombang untuk merambat memerlukan medium, kecuali gelombang elektromagnet. Tanpa mediumnya, gelombang tidak dapat merambat. Gelombang suara memerlukan medium udara untuk dapat merambat. Di ruang angkasa, tidak ada udara. Jadi, tidak ada suara. Agar dapat berkomunikasi,astronot menggunakan gelombang radio yang terdapat didalam helmnya. Banyak film ruang angkasa melanggar hukum ini. Star wars, Serenity, atau Starship Troopers misalnya. Tentu saja, film tersebut akan bisu bila memaksakan hukum fisika ini dalam aksi perang luar angkasanya. Tetapi memang seperti itulah. Menariknya, tidak semua film seperti ini. Film Alien misalnya, dengan tepat menyatakan “In space, nobody can hear your scream.” Untuk empirisnya, coba lihat rekaman-rekaman berita tentang luar angkasa seperti pendaratan manusia di bulan.

4. Kecepatan Rambat Gelombang dan Nada
Akibatnya: Suara Berubah Ketika Kecepatan Berubah
Level : Kelas 2 SMP
Nada yang anda dengar tergantung pada panjang dan amplitudo gelombang suara yang anda dengar. Keduanya tergantung pada kecepatan gerak gelombang. Getaran yang lambat nadanya akan berbeda dengan getaran yang cepat. Tapi dalam film dengan adegan gerak lambat, seringkali kita dengar nada suara yang muncul tidak berubah. Kenyataannya, bila anda memperlambat gerakan dua kali, frekuensi semua suara akan jatuh satu oktaf. Suara perempuan akan terlihat seperti suara laki-laki. Nada C tengah misalnya, merupakan manifestasi osilasi gelombang suara dengan frekuensi 256 getaran per detik. Bila waktu melambat, getaran per detik akan berkurang, dan nada yang terdengar menjadi lebih rendah.

5. Perbedaan Kecepatan Gelombang
Akibatnya: Suara tidak secepat Cahaya
Level: Kelas 2 SMP
Kita memperoleh fakta ini hampir setiap kali hujan lebat terjadi. Kilat selalu muncul lebih dahulu daripada petir. Walaupun di tempat awal terjadi, kilat dan petir terjadi beriringan, tapi cahaya (kilat) lebih cepat daripada suara (petir). Akibatnya, petir datang belakangan dan ini digunakan oleh para meteorolog untuk mengukur tingginya tempat terjadinya kilat. Tetapi, hal ini tidak berlaku dalam banyak jenis film Hollywood. Dalam film tentang pesawat tempur, wujud pesawat terlihat beriringan dengan suaranya. Begitu juga, gambar ledakan di suatu tempat yang jauh terlihat bersamaan dengan suara ledakannya. Letusan gunung berapi terdengar bersamaan dengan keluarnya api dari gunung.

6. Hukum Aksi Reaksi
Akibatnya: Tendangan Maut melukai Jagoan
Level: Kelas 1 SMA
Hukum aksi reaksi juga disebut Hukum Newton III. Ia mengatakan kapanpun ada aksi di satu arah maka ada reaksi pada arah berlawanan. Jika sebuah senapan menembakkan peluru ke depan, maka pemegang senapan akan tertarik ke belakang. Begitu juga, ketika anda melompat ke depan di sebuah sampan yang diam, sampan akan terdorong ke belakang. Contoh lain yang lebih umum adalah mobil yang direm mendadak. Orang akan terdorong ke depan padahal mobil telah berhenti. Dalam film yang bagus, seperti Men in Black, seorang tokoh terlempar ke belakang ketika menembakkan senjata api dengan energi sangat tinggi. Sayangnya, kebanyakan film tidak seperti ini. Dalam film Star Trek dan Star Wars, pesawat antariksa (Enterprise atau Millenium Falcon) berhenti mendadak setelah kecepatan luar biasa tinggi. Tapi, orang dan benda di dalam pesawat tidak terlempar menghantam kaca depan dan berderai. Begitu juga, ketika seorang tokoh menembakkan shotgun, ia tidak terdorong ke belakang. Dan pada hampir semua film action bela diri, seorang ahli bela diri yang menendang lawannya hingga terlempar jauh, tidak terdorong ke belakang dan terluka. Hal-hal ini semuanya melawan hukum kekekalan momentum.

7. Hukum Kekekalan Momentum
Akibatnya: Ledakan Sangat Berbahaya
Level: Kelas 1 SMA
Hukum kekekalan momentum adalah turunan dari hukum aksi reaksi. Ketika sebuah benda besar meledak menjadi benda kecil, maka kecepatan benda kecil akan lebih besar. Dalam sebuah ledakan misalnya, bagian-bagian kecil yang terpecah dari benda yang meledak akan terlontar ke berbagai arah dan memberikan dampak besar bagi benda yang dihantamnya. Prinsip ini digunakan dalam berbagai jenis senjata ledak seperti granat, bom, dan ranjau. Di dunia nyata, ketika anda berada tidak jauh dari lokasi ledakan granat, anda akan terluka parah, akibat pecahan-pecahan granat yang terlontar ke berbagai arah. Tetapi di film, anda tidak akan apa-apa. Ledakan granat di samping seorang tentara di film hanya membuat sang tentara memanggil temannya untuk maju. Begitu juga, seringkali kita melihat seorang jagoan berjalan membelakangi rumah yang ia ledakkan, dengan santai dan cool! Di dunia nyata, sang jagoan akan tersungkur tewas karena benda-benda yang terlontar dari ledakan atau tertimpa benda hasil ledakan yang jatuh dari udara.

8. Arus Listrik
Akibatnya: Kematian Karena Listrik di Bak Mandi Kecil Kemungkinannya
Level: Kelas 3 SMA
Dalam film, metode pembunuhan dengan menyetrum korban dengan listrik yang mengalir di bak mandi merupakan hal yang umum. Walau begitu, dalam realitas hal ini sulit terjadi. Pernah melihat tukang las menggunakan mesin las busur. Tukang las dapat memengang logam yang dilasnya padahal dalam ada arus listrik besar mengalir dari mesin las. Karena logam tersebut konduktor, seharusna tukang las tersengat dan mati. Tetapi tidak, arus listrik tidak mengalir serampangan. Ia langsung turun ke bumi sebagai medan netral terbesar. Sejauh tukang las menghubungkan logam tersebut dengan tanah, maka arus listrik besar yang datang dari las akan langsung mengalir ke tanah. Hal ini disebut pentanahan (grounding) oleh teknisi listrik. Pada rumah-rumah tipe lama dengan bak mandi, umumnya terdapat saluran logam (pipa tembaga) langsung dari bak mandi ke tanah. Saluran ini dapat berfungsi sebagai pentanahan jika ada aliran listrik mengalir ke air di bak mandi. Kemungkinan mati memang tetap ada, jika manusia yang menjadi saluran pentanahannya. Petir yang menyambar orang misalnya. Dalam kasus ini, orang tersebut menjadi saluran pentanahan bagi petir tegangan tinggi. Arus listrik dalam perjalanannya melewati jantung dan membuat serangan jantung, sebelum masuk ke tanah. Begitu juga saat tubuh basah lalu menggunakan alat listrik (misalnya pengering rambut), sebuah kebocoran arus listrik sangat berbahaya bagi orang tersebut. Pada rumah-rumah tipe baru, bak mandi tidak memiliki saluran logam (biasanya diganti pipa PVC). Namun biasanya dalam bak mandi modern terdapat sebuah sekring pengaman. Ketika arus listrik mengalir, sekring akan jatuh dan memutuskan arus listrik.


                Film-film sains fiksi sering memunculkan miskonsepsi mengenai apa yang mungkin dan tidak mungkin dalam astronomi, geologi planet, astrobiologi, dan ilmu lainnya. Mari kita periksa beberapa film.


Armageddon

Masyarakat sekarang merasa bahwa kematian akibat batu luar angkasa bukanlah mustahil. Sadar akan kemungkinan adanya kerusuhan dan kerusakan jika benar bumi tiba-tiba dihantam batu luar angkasa, Hollywood langsung mengeksplotasinya dengan meluncurkan dua film besar tentang bencana: Deep Impact dan Armageddon. Film ini dari awal sudah sulit dicerna pikiran ilmiah: bagaimana mungkin asteroid sebesar Texas yang menuju tepat ke arah Bumi baru terdeteksi ketika jaraknya sudah sangat dekat dengan Bumi? Asteroid sudah terlanjur menuju Bumi, dan solusi yang dipilih adalah menanam bom di asteroid. Tentu ini dipilih agar dapat memasukkan karakter-karakter “seperti kita”. Hollywood senang menjadikan tokoh utama sebuah film adalah orang biasa. Sayangnya, solusi yang dipilih untuk meledakkan asteroid sama sekali bukan solusi cerdas. Solusi ini hanya akan memecah asteroid menjadi beberapa kepingan yang pada gilirannya tetap jatuh lebih sporadis lagi. Alternatif yang lebih baik di dunia nyata adalah mengirim robot nano ke permukaan asteroid dan memakan asteroid ini sehingga habis menjadi debu. Hal ini tentu skenario masa depan. Jika asteroidnya datang di masa kini, kita tampaknya harus menanam bukan bom, tetapi roket, untuk mendorong asteorid ke luar dari jalurnya menuju Bumi. Cara lain adalah meningkatkan kecemerlangan asteroid, yaitu mengecat permukaannya menjadi putih, sehingga mendapatkan tekanan dari matahari lebih banyak, cukup untuk membelokkan asteroid ini dari jalurnya. Cahaya memiliki sifat partikel (selain gelombang) sehingga ketika menghantam suatu materi, ia akan memberikan sebuah tumbukan kecil. Di masa kini, kita telah memiliki persiapan bertahun-tahun sebelum asteroid datang karena teknologi kita telah mampu mengawasi lingkungan sekitar Bumi hingga jauh melebihi sabuk Asteroid.

Avatar


Menurut Hollywood, cucu dari cicit dari cicit anda akan mendapat banyak uang sebagai operator bulldozer di satu planet yang jauh di masa depan. Perusahaan besar dari Bumi tampaknya berpikir kalau tidak akan ada yang keberatan dengan penggalian bahan dari sebuah bulan. Penduduk asli yang ramah namun tidak menguasai teknologi maju, tidak antusias dengan gagasan eksploitasi industri di negerinya. Di dunia baru ini ada batuan-batuan besar yang mengambang seperti balon udara. Bagaimana bisa batuan besar ini mengambang? Menurut pembuat film, sebuah fenomena tidal gravitasi menyebabkan beberapa bagian dari planet ini terpecah-pecah (seperti halnya bulan terpecah dari Bumi). Bagian terpecah ini sebagian mengandung unobtainium, yang bahkan pada suhu ruang bersifat superkonduktor – sebuah bahan yang berbeda dengan tembaga dalam kabel, dapat menghantarkan listrik tanpa rugi-rugi. Medan magnet Pandora yang kuat membangun arus listrik dalam bahan konduktor sempurna ini, menyebabkannya menjadi bersifat magnet dan menolak dirinya dari tanah. Oke, hal ini cukup masuk akal. Masalahnya bukan hal itu, tetapi mengenai hambatan yang membedakan semua film opera antariksa dengan dunia nyata, masalah bahan bakar. Sayangnya, energi yang dibutuhkan bahkan untuk roket kecil bergerak dari Bumi menuju Alpha Centauri dengan waktu tempuh kurang dari sepuluh tahun akan menghabiskan semua energi yang digunakan setiap mobil, bis, pesawat, dan truk sejak penemuan mesin bakar internal. Dengan kata lain, bahkan tanpa Na’vi pun, perusahaan pertambangan tersebut tidak akan mampu membayar biaya pengiriman barang ke Bumi.

Film-film tentang Alien

Ada banyak film tentang Alien telah diproduksi dan diputar. Film tentang alien baru populer pasca Perang Dunia II, ketika perkembangan teknologi roket begitu cepat dan memberi kesan kalau kita akan segera dapat berkunjung ke Bulan, Mars, dan lebih jauh lagi. Bagi masyarakat umum, trend ini akan berlanjut pula di masa depan dan  anak cucu kita suatu saat akan mengunjungi dunia lain sama biasanya dengan kita berkunjung ke rumah saudara. Jika memang kita dapat melakukan ini, kenapa tidak peradaban alien lainnya? Antariksa pada gilirannya, bahkan sekarang, dipenuhi dengan para geng motor alien. Masalahnya, film-film Alien sering menampilkan alien dengan level teknologi setara manusia. Hal ini hampir mustahil. Jika kita bisa membuat kontak dengan alien yang sesungguhnya, kebudayaan mereka akan ribuan, jutaan, atau miliaran tahun lebih maju dari kita. Invasi alien terhadap bumi akan ibarat serangan gajah pada seekor semut.

Ice Age: The Dawn of the Dinosaurs

Kita menyukai dinosaurus, bukan karena mereka lucu, namun karena mereka tidak lucu (kecuali Barney). Namun dalam film Ice Age, Dawn of Dinosaurs, beberapa ratus tahun kerja keras ahli paleontologi dibuang ke jendela sehingga mamalia biasa dapat berhadapan dengan leluhurnya yang mirip kadal. Walaupun tidak terlihat dalam film, film-film Ice Age sebelumnya cukup relevan dengan pengetahuan kita: leluhur manusia kita sibuk memburu gajah-gajah kegemukan ini, dan banyak yang membuat mereka punah. Tetapi, dalam film ini, dinosaurus yang telah punah sekitar 65 juta tahun sebelumnya, ternyata masih hidup. Agar tidak terlalu kelihatan bertentangan dengan sains, pembuat film menyebutkan kalau para dinosaurus ini tersembunyi di bawah tanah. Masalahnya, apa yang mereka makan, selain diri mereka satu sama lain? Bagaimana tanaman bisa tumbuh tanpa mendapat sinar matahari? Lebih jauh, ruang bawah tanah ini pastilah sangat besar, ada banyak hewan besar, dan hewan besar ini butuh ruang gerak yang besar pula. Memang ada dinosaurus di bawah tanah sekarang, tetapi mereka semua tulang belulang, dan tidak banyak bergerak.

The Day the Earth Stood Still

Tahun 2008, film adaptasi dari film 1951 ini, menggantikan senjata atom dalam skenario klasik dengan kerusakan yang lebih relevan dengan masa kini – kerusakan lingkungan. Alien bernama Klaatu berusaha menghapus manusia karena merusak planet ini. Untungnya, beberapa saat sebelum kehancuran, Klaatu bertemu dengan salah satu dari banyak ilmuan yang baik dan ramah lalu membatalkan perusakannya. Klaatu jelas bukan bagian dari peradaban Star Trek yang melarang ikut campur dengan masyarakat kelas rendah (seperti kita). Tetapi, seperti telah kita pelajari dari sejarah sains, manusia tidaklah begitu penting. Lebih masuk akal kalau Klaatu tidak peduli dengan kita dan membiarkan kita merusak diri kita sendiri.


War of the Worlds

Tahun 1898, novelis HG Wells membuat sebuah cerita invasi klasik yang sejak itu dibuat ulang untuk radio, televisi, dan dua buah film beranggaran besar. Dalam film, walaupun alien ini telah terkubur selama satu juta tahun, dalam satu momen mereka langsung menyala dan bekerja. Seperti biasa, militer tidak mampu berbuat apa-apa. Namun, para alien menjadi sakit dan akhirnya mati – bukan karena militer, tapi oleh mikroba. Hal ini konyol, kecuali mereka belum menemukan teori evolusi. Tentu ada sebuah persiapan terhadap adaptasi lingkungan hidup di bumi dan termasuklah mempelajari mikrobanya. Lebih jauh, ini berarti para alien memiliki sistem biokimia yang sama dengan kita, yang berarti mereka juga satu jalur evolusi dengan manusia! Wells menempatkan asal alien tersebut dari Mars dan pembuat film tahu kalau Mars ternyata tidak berpenghuni alien cerdas, sehingga tidak diceritakan dari mana alien ini. Tetapi, jika memang alien dari film Ward of the Worlds datang dari Mars dan tewas karena  mikroba, ironisnya, di dunia nyata, alien dari Mars itu sendiri adalah mikroba.

Sumber : sukmajoeyjordison.blogspot.com
              www.faktailmiah.com
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar