Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Jumat, 29 Juni 2012

Studi Banding Organisasi



Pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2012, Himpunan Mahasiswa Sains Fisika (HIMASAIFI) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kegiatan studi banding ke BEM Fisika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Kegiatan ini merupakan salah satu program departemen Pengembangan Aparatur Organisasi ( Dept. PAO ) yang harus dilaksanakan pada bulan Juni, kegiatan ini juga merupakan  hasil rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Sains Fisika (HIMASAIFI) periode 2012-2013 pada tanggal 24 Maret 2012.

Kegiatan studi banding organisasi merupakan faktor yang terpenting untuk menciptakan organisasi yang lebih maju dan lebih baik, selain itu kegiatan Studi Banding organisasi juga dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan taraf kemajuan organisasi, peningkatan mutu, perbaikan sistem. Maka dari itu Himpunan Mahasiswa Sains Fisika (HIMASAIFI) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan studi banding organisasi ke Universitas yang dituju, UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2012.

Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Kamis, 14 Juni 2012

Sains Di Balik Tendangan Bebas Terbaik


Tendangan bebas terbaik Roberto Carlos bukanlah sebuah kebetulan, menurut para ilmuwan.







Salah satu gol paling menakjubkan dalam dunia sepak bola internasional bukanlah sebuah kebetulan, menurut klaim para ahli fisika setelah mempelajari sains tendangan bebas yang rasanya tak mungkin.
Roberto Carlos (Brasil) melakukan tendangan dari jarak 35 m ke arah gawang Perancis pada tahun 1997 yang nampaknya mengarah ke sudut lapangan tapi membelok seperti pisang ke dalam jaring gawang.

Pembekokannya sangat jelas sampai-sampai penjaga gawang Perancis Fabien Barthez tidak bergerak untuk menjaga gawangnya dari bola karena dalam pikirannya bola itu akan keluar.
Seorang pemain yang berada pada jarak 9 m dari gawang juga menghindar karena pikirnya bola itu akan mengenainya hingga secara mengejutkan bola itu akhirnya mengayun ke kiri dan mendarat di belakang jaring gawang.

Tendangan bebas Carlos di Tournai de France ditulis oleh banyak orang sebagai kesempatan yang sangat mujur yang menahan Perancis imbang. Satu teori menyatakan pastilah bola itu dibantu oleh tiupan angin.

Akan tetapi sekarang para ilmuwan menerapkan hukum fisika untuk membereskan masalah itu.
Mereka mengkomputasi lintasan bola itu dan menunjukkan bahwa gol Carlos bukanlah kebetulan.
Dengan menggunakan bola-bola plastik kecil dan sebuah katapel, tim peneliti Perancis dari École Polytechnique di Palaiseau dekat Paris mengubah kecepatan dan perputaran bola-bola melewati air untuk mengikuti lintasan-lintasan yang berbeda.

Walaupun penelitian mereka langsung mengkonfirmasi efek Magnus yang sudah lama diketahui, yang membuat bola yang berputar memiliki lintasan kurva, penelitian mereka mengungkap wawasan segar tentang bola-bola berputar yang ditembakkan dari jarak yang sama dengan tendangan bebas Carlos.

Pergesekan yang didesakkan pada suatu bola oleh atmosfir sekelilingnya cukup memperlambat bola itu sehingga putarannyalah yang memegang peranan yang lebih besar untuk mengarahkan lintasan bola, dengan demikian memperkenankan perubahan arah di saat terakhir yang dalam kasus tendangan bebas Carlos membuat Barthez kehilangan pertahanan.

Para peneliti menyebut penemuan mereka sebagai "spiral bola yang berputar", membandingkan efek spiral tendangan Carlos dengan jarak yang lebih dekat (24 m) tendangan bebas "sirkuler" seperti yang dilakukan David Beckham dan Michael Platini.

Seperti yang dikatakan oleh Christophe Clanet dan David Quéré yang merupakan peneliti dari École Polytechnique: "Ketika tendangan berasal dari jarak yang cukup jauh dan dengan tenaga yang cukup untuk mempertahankan kecepatan yang cukup saat mendekati gawang, bola itu bisa memiliki lintasan yang tak terduga."

"Tendangan Carlos dimulai dengan lintasan sirkuler klasik tapi tiba-tiba membengkok dengan cara yang spektakuler dan mengarah kembali ke gawang walaupun sebelumnya keluar dari target."

"Orang-orang sering kali memperhatikan bahwa tendangan bebas Carlos ditendang dari jarak yang cukup jauh, kami menunjukkan dalam laporan kami bahwa ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi merupakan suatu kondisi yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah lintasan spiral," katanya.


sumber: sainspop.blogspot.com
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Transit Venus dan Pencarian Dunia Lain



Rabu, 13 Juni 2012 - Saat ini adalah kesempatan akhir abad ini untuk menyaksikan reuni astronomi langka matahari, Venus, dan Bumi. Kamis, tanggal 5 atau 6 juni, 2012, tergantung lokasi anda, Venus akan menghadirkan dirinya di tata surya terlihat dari sisi siang Bumi. Menggunakan kehati-hatian keselamatan mata khusus, para pengamat dapat melihat Venus sebagai titik kecil perlahan beringsut di cakram emas matahari.

Transit Venus adalah sangat langka, terpisah lebih dari seratus tahun. Telah terjadi 53 transit sejak 2000 SM, namun hanya enam yang disaksikan sejak penemuan teleskop tahun 1608. Peristiwa langka ini terjadi berpasangan, dengan transit pertama terjadi tanggal 8 Juni 2004. Kesempatan lain tidak akan ditemukan hingga 10 dan 11 Desember 2117.
Jeremiah Horrocks dan William Crabtree, dua astronom muda dari Inggris, merekam pengamatan pertama transit tahun 1639. Tahun 1769, kru survey, mencakup Kapten James Cook, mengumpulkan data transit dari berbagai lokasi di penjuru dunia yang kemudian dipakai untuk menghitung jarak antara Bumi dan matahari, karenanya menjadi penemu skala tata surya.
“Sepanjang sejarah, astronom dengan kreatif memakai kebetulan di alam sebagai kesempatan untuk belajar sesuatu tentang alam semesta,” kata Natalie Batalha, ilmuan misi Kepler di Pusat Penelitian Ames NASA,  Moffett Field, Calif. “Sekarang tidak berbeda. Saat Venus melintasi cakram matahari, bayangannya menyapu permukaan Bumi dengan cara yang sama dengan bayangan yang diberikan oleh planet ekso jauh menyapu permukaan fotometer Kepler.”
Hari ini, peristiwa transit digunakan untuk mendeteksi planet di luar tata surya. Teleskop antariksa Kepler NASA terus mengukur perubahan kecemerlangan lebih dari 150 ribu bintang untuk mendeteksi kapan sebuah planet melintasi atau transit di depan sebuah bintang. Kepler tidak memotret langsung planet jauh, karena mereka terlalu jauh.
 Planet berbeda ukuran memblokir jumlah cahaya bintang yang berbeda. Kepler dengan fotometer atau sensor cahayanya yang sensitif dirancang untuk mendeteksi perubahan kecil dalam kecemerlangan. Bagi planet berukuran bumi yang melakukan transit pada bintang mirip matahari, perubahan kecemerlangannya hanya 84 per satu juta. Itu artinya kurang dari seperseratus dari satu persen, atau setara dengan jumlah cahaya yang diblokir bila seekor kutu merangkak melewati lampu sorot sebuah mobil dipandang dari jarak beberapa mil jauhnya.
 Data transit kaya dengan informasi. Dengan mengukur kedalaman jatuh kecemerlangan dan mengetahui ukuran bintang, para ilmuan mampu menentukan ukuran atau radius planet. Periode orbit planet dapat ditentukan dengan mengukur waktu yang ditempuh antar transit. Sekali periode orbit diketahui, Hukum Ketiga Gerakan Planet Kepler dapat diterapkan untuk menentukan jarak rata-rata planet dari bintangnya.
 Memakai metode transit, misi Kepler telah menemukan 61 planet dan lebih dari 2300 kandidat planet selama misi pertama pesawat ini yang berjangka 16 bulan dari Mei 2009 hingga September 2010.
 Pusat Penelitian Ames NASA di  Moffett Field, Calif., mengatur pengembangan sistem bumi, operasi misi, dan analisis data Kepler.  Jet Propulsion Laboratory NASA, Pasadena, Calif., mengatur pengembangan misi Kepler. Untuk informasi tentang misi Kepler, kunjungi: http://www.nasa.gov/mission_pages/kepler/main/index.html .
Untuk informasi lebih jauh tentang peristiwa dunia, keselamatan saat pengamatan, muatan pendidikan, dan aktivitas media sosial, kunjungi: http://venustransit.nasa.gov/transitofvenus/ .
Masyarakat umum dapat mengikuti peristiwa di Twitter lewat  #VenusTransit dan mengunduh aplikasi ponsel gratis di: http://venustransit.nasa.gov/2012/multimedia/apps.php .

sumber : faktailmiah.com
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.