Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Senin, 16 Juli 2012

Kapankah Jatuhnya Ramadhan dan Syawal 1433H?



Kaidah Umum Penentuan Awal Bulan Hijriyah
Dalam penentuan awal bulan hijriyah, ada beberapa tanda yang harus diperhatikan. Berikut ini beberapa kaidah dan kriteria yang umum digunakan dalam menetapkan awal bulan hijriyah (ijtima’ qoblal ghurub/ konjungsi sebelum tenggelamnya Matahari). Penjelasan di sini akan disampaikan secara sederhana dan tidak detail demi mempermudah pemahaman pembaca.
  1. Konjungsi (Ijtima’) adalah keadaan di mana Bumi – Bulan -  Matahari berada pada satu garis lurus sehingga Bulan sama sekali tidak tampak dari Bumi karena bagian Bulan yang tersinari cahaya Matahari membelakangi Bumi. Konjungsi terjadi satu bulan sekali atau lebih tepatnya terjadi dalam waktu 29,5 hari atau dikenal sebagai periode sinodis. Konjungsi dapat terjadi kapan saja, dalam arti bisa terjadi saat siang, malam, sore, atau pagi hari.
  2. Terbenamnya Matahari dan Bulan. Penentuan awal bulan sangat ditentukan oleh waktu terbenamnya Matahari dan Bulan. Matahari dinyatakan tenggelam saat Matahari sudah sepenuhnya berada di bawah horizon atau garis cakrawala. Begitu juga dengan makna tenggelamnya Bulan. Waktu tenggelamnya Matahari dikenal sebagai maghrib. Pada saat maghrib terjadi, ada kalanya Bulan belum tenggelam. Artinya, Bulan masih berada di atas horizon. Jika saat Matahari telah tenggelam, tetapi Bulan belum tenggelam, maka kita kemungkinan dapat melihat Bulan karena sinar Matahari sudah redup sehingga cahaya Bulan bisa tampak oleh mata kita. Awal bulan hijriyah terjadi jika Matahari tenggelam lebih dahulu daripada Bulan.
  3. Pergantian hari saat maghrib. Berbeda dengan hari dalam kalender syamsiah yang berganti setiap pukul 12 malam, dalam penanggalan hijriyah, hari (tanggal) berganti saat Matahari tenggelam (maghrib). Misalnya saat ini tanggal 15 Sya’ban hari Kamis, berarti saat Matahari tenggelam sore hari nanti itu sudah masuk tanggal 16 Sya’ban hari Jum’at.
  4. Konjungsi terjadi sebelum Matahari tenggelam. Seperti telah dinyatakan dalam poin 1, konjungsi dapat terjadi kapan saja, bisa siang, malam, pagi, sore, atau kapanpun. Nah, syarat masuknya awal bulan adalah ketika konjungsi terjadi sebelum Matahari (dan Bulan tentunya) tenggelam. Contoh, bila konjungsi terjadi pukul 19.00, maka pada saat Matahari tenggelam (misalnya pukul 18.00) berarti itu belum bisa dinyatakan sebagai pergantian awal bulan karena Matahari tenggelam lebih dulu terjadi sebelum konjungsi. Dalam kasus ini, berarti awal bulan akan dimulai (kemungkinan) pada saat Matahari tenggelam keesokan harinya. Selisih waktu antara konjungsi dan saat Matahari tenggelam tersebut dinamakan sebagai umur Bulan. Sekali lagi, jangan lupakan juga poin nomor 2 yakni Bulan tenggelam setelah Matahari tenggelam.
Ramadhan 1433 H
Accurate Times menghitung bahwa konjungsi (ijtima’) pada awal Ramadhan 1433 H terjadi pada tanggal 19 Juli 2012 pukul 11.10 WIB. Matahari tenggelam pada pukul 17.53 WIB dan Bulan tenggelam pada pukul 18.01 WIB. Artinya, umur bulan saat Matahari tenggelam adalah 6 jam 43 menit. Ketinggian Bulan pada saat itu adalah  1 derajat 52 menit busur.
Berdasarkan pengalaman, hilal (Bulan) dengan ketinggian yang sangat rendah seperti itu dan umur bulan yang hanya 6 jam 43 menit akan sangat-sangat sulit diamati. Memang bukan mustahil karena memang Bulan masih berada di atas horizon, tetapi bisa dikatakan itu tidak mungkin dilakukan oleh mata orang normal. Mungkin jika yang melihatnya superman atau manusia sakti mandraguna bisa dilakukan. Namun, saya cukup yakin untuk mengatakan bahwa hilal akan sangat sulit terlihat pada saat maghrib tanggal 19 Juli.
Gambar 4. Visibilitas hilal (kemungkinan penampakan Bulan) pada tanggal 19 Juli 2012 di seluruh dunia. Wilayah Indonesia masuk ke dalam kategori tidak mungkin dilihat (not possible) sama seperti Saudi, wilayah Asia Timur dan Utara termasuk Eropa bahkan masuk kategori mustahil (impossible). Hilal hanya dapat dilihat pada daerah Amerika Selatan dan Samudera Pasifik.

Menurut Kanjeng Nabi SAW, jika hilal tidak terlihat, maka jumlah hari dalam suatu bulan harus digenapkan menjadi 30 hari. Artinya, awal Ramadhan baru akan masuk pada saat maghrib keesokan harinya yaitu tanggal 20 Juli 2012. Pada saat itu, umur bulan sudah mencapai 30 jam 43 menit dan ketinggiannya mencapai 12 derajat 48 menit busur. Keadaan itu sudah lebih dari cukup untuk menyaksikan Bulan saat matahari tenggelam. Berarti, maghrib tanggal 20 Juli akan masuk awal Ramadhan sehingga malam harinya sudah taraweh dan tanggal 21 Juli akan mulai puasa. Namun, ini menurut anggapan orang yang meyakini bahwa penetapan awal bulan harus menyaratkan terlihatnya hilal (Bulan).

Bagaimana dengan yang menganggap terlihatnya hilal bukan sebagai persyaratan untuk penetapan awal bulan? Tentu saja mereka tidak perlu menunggu hilal terlihat atau tidak. Yang penting, pada  tanggal 19 Juli 2012 konjungsi terjadi sebelum maghrib dan hilal di atas ufuk. Cukup. Bagi mereka yang beranggapan seperti ini, berarti mereka sudah mulai taraweh saat malam tanggal 19 Juli dan mulai puasa tanggal 20 Juli 2012.

Syawal 1433 H
Keadaan saat Syawal 1433 H lebih menguntungkan dibandingkan saat Ramadhan. Ini dikarenakan umur dan ketinggian hilal sudah relatif cukup mendukung terliatnya hilal sehingga kemungkinan besar tidak ada perbedaan waktu perayaan hari raya. Konjungsi Syawal terjadi pada tanggal 17 Agustus 2012 pukul 23.11 WIB. Karena terjadi pada saat malam (Matahari tanggal 17 Agustus sudah temggelam), berarti hilal dihitung untuk maghrib tanggal 18 Agustus 2012. Pada tanggal 18 Agustus 2012, umur Bulan sudah mencapai 18 jam 43 menit dan ketinggiannya mencapai 6 derajat 40 menit. Umur dan ketinggian hilal diperkirakan akan menunjang besarnya kemungkinan hilal terlihat pada tanggal 18 Agustus 2012 sehingga awal bulan Syawal akan masuk saat maghrib tanggal 18 Agustus. Oleh karena itu, tanggal 19 Agustus 2012 kita akan merayakan Idul Fitri (Lebaran) yang insya Allah akan dirayakan secara serentak di Indonesia dan di seluruh dunia.
Gambar 5. Visibilitas hilal pada tanggal 18 Agustus 2012 yang menandakan masuknya bulan Syawal 1433 H atau 2012 M.

Demikian ulasan mengenai kemungkinan awal Ramadhan dan Syawal 1433 H/ 2012 M. Semoga dapat menambah wawasan dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kawan-kawan semua.





Lyana Ismadelani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Rabu, 11 Juli 2012

NASA Terbangkan Pembangkit Listrik dengan Layang-layang


WASHINGTON - Menara turbin angin yang berdiri di daratan merupakan standar bagi pembangkit listrik tenaga angin masa kini. Namun, para teknisi dari NASA kini sedang mengerjakan alternatif yang akan melayang di udara.

Diwartakan Ubergizmo, Kamis (5/7/2012), sistem pembangkit listrik tenaga angin ini difokuskan pada dua aspek teknologi. Pertama adalah turbin yang dibangun dalam layang-layang dan bisa menghasilkan listrik. Kedua adalah generator di darat.

Generator yang berada di darat merupakan tambatan bagi layang-layang dan memperoleh tenaga dari gerakan layang-layang selama menangkap angin. Sistem permanen energi angin seperti ini dikatakan menggunakan daya 90 persen lebih efisien.

Keuntungan lain dari sistem tersebut adalah pisau turbin angin yang bisa berputar lebih cepat dan jauh dari pusatnya. Ini menghasilkan daya listrik yang lebih besar.

Sistem ini juga memilki piranti lunak yang mengenali pola, serupa dengan Kinect besutan Microsoft. Piranti lunak ini mampu menentukan lokasi layang-layang, termasuk orientasi serta kecepatannya.

Ada juga sistem kendali penerbangan yang membuat layang-layang terbang dengan pola angka delapan. Purwarupa layang-layang NASA ini sekarang sedang disempurnakan. NASA bermaksud untuk menggunakan sistem ini di masa depan, bukan hanya di Bumi, tetapi di Mars dan planet lain.



Sumber: Okezone.com
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Cara Baru Mempelajari Atmosfer Eksoplanet



Rabu, 4 Juli 2012 - Planet Tau Bootis b adalah salah satu eksoplanet pertama yang ditemukan pada tahun 1996, dan masih merupakan salah satu eksoplanet terdekat yang diketahui. Walaupun bintang utamanya mudah terlihat mata telanjang, planet itu sendiri jelas tidak, dan hingga sekarang ia hanya dapat dideteksi berdasarkan efek gravitasinya pada bintangnya.

Seperti sebagian besar eksoplanet, planet ini tidak mentransit cakram bintangnya (seperti transit Venus). Hingga sekarang transit demikian penting untuk memungkinkan mempelajari atmosfer Jupiter panas: ketika sebuah planet lewat di depan bintangnya ia menyisakan jejak sifat atmosfernya dalam sinar bintang. Karena tidak ada sinar bintang yang menyinari menembus atmosfer Tau Bootis b menuju kita, ini artinya atmosfer planet tersebut tidak dapat dipelajari hingga sekarang.
 Namun sekarang, setelah 15 tahun berusaha mempelajari pendaran kabur yang dipancarkan dari eksoplanet Jupiter panas, para astronom akhirnya berhasil dalam mempelajari secara handal struktur atmosfer Tau Bootis b dan menghitung massanya secara akurat untuk pertama kalinya. Tim peneliti memakai instrument CRIRES di  Very Large Telescope (VLT) di Paranal Observatory ESO di Chili. Mereka mengkombinasikan pengamatan inframerah bermutu tinggi (pada panjang gelombang sekitar 2,3 mikron) dengan trik baru yang cerdas untuk mengurai sinyal lemah planet dari yang lebih kuat dari bintang induknya.
 Pengarang utama studi ini, Matteo Brogi (Observatorium Leiden, Belanda) menjelaskan: “berkat pengamatan bermutu tinggi yang disediakan VLT dan CRIRES kami mampu mempelajari spektrum sistem ini secara lebih detail daripada yang mungkin sebelumnya. Hanya sekitar 0,01% cahaya yang kami lihat dating dari planet dan sisanya dari bintang, jadi itu tidaklah mudah.”
 Mayoritas planet disekitar bintang lain ditemukan lewat dampak gravitasinya pada bintang induk, yang membatasi informasi yang dapat diperoleh mengenai massa mereka: mereka hanya memungkinkan batas rendah dihitung untuk massa planet. Teknik baru yang dirintis disini lebih kuat. Melihat cahaya planet langsung memungkinkan astronom mengukur sudut orbit planet dan karenanya menghitung massanya dengan tepat. Dengan melacak perubahan dalam gerakan planet saat ia mengorbit bintangnya, tim ini telah menentukan dengan handal pertama kalinya kalau Tau Bootis b mengorbit bintang induknya pada sudut 44 derajat dan memiliki massa enam kali planet Jupiter di tata surya kita.
 “Pengamatan VLT baru memecahkan masalah 15 tahun mengenai massa Tau Bootis b. Dan teknik baru ini juga berarti kita sekarang dapat mempelajari atmosfer eksoplanet yang tidak mentransit bintang mereka, serta mengukur massanya dengan akurat, yang mustahil dilakukan sebelumnya,” kata Ignas Snellen (Observatorium Leiden, Belanda), pengarang lain makalah ini. “Ini langkah maju yang besar.”
 Selain mendeteksi pendaran atmosfer dan mengukur massa Tau Bootis b, tim ini mempelajari atmosfernya dan mengukur jumlah karbon monoksida yang ada, serta suhu pada berbagai ketinggian dengan perbandingan antara pengamatan dan model teoritis. Hasil mengejutkan diperoleh dari penelitian ini adalah pengamatan baru menunjukkan atmosfer dengan suhu yang turun ketika semakin tinggi. Hasil ini tepat terbalik dengan inversi suhu – peningkatan suhu berdasarkan ketinggian – yang ditemukan di eksoplanet Jupiter panas lainnya.
 Pengamatan VLT menunjukkan kalau spektroskopi resolusi tinggi dari teleskop berbasis bumi adalah alat berharga untuk analisis detail atmosfer eksoplanet non transit. Deteksi berbagai molekul di masa depan akan memungkinkan para astronom mempelajari lebih banyak tentang kondisi atmosfer planet. Dengan membuat pengukuran sepanjang orbit planet, astronom bahkan mampu melacak perubahan atmosfer antara pagi dan malam planet.
“Studi ini menunjukkan potensi besar teleskop masa kini dan masa depan yang berbasis bumi, seperti E-ELT. Mungkin suatu hari kita bahkan dapat menemukan bukti aktivitas biologi di planet mirip Bumi dengan cara ini,” simpul Ignas Snellen.
Catatan
[1] Nama planet ini, Tau Bootis b, menggabungkan nama bintangnya (Tau Bootis, atau  ? Bootis, ? adalah huruf Yunani “tau” bukan huruf “t”) dengan huruf “b” menunjukkan kalau ini adalah planet pertama yang ditemukan disekitar bintang ini. Pemberian Tau Bootis a sendiri diberikan untuk sang bintang itu sendiri.
[2] CRIRES berarti CRyogenic InfraRed Echelle Spectrometer
[3] Pada panjang gelombang inframerah, bintang induk memancarkan lebih sedikit cahaya daripada di rezim optik, jadi rezim panjang gelombang ini dapat membantu untuk memisahkan sinyal planet yang kabur.
[4] Metode ini memakai kecepatan planet pada orbitnya di sekitar bintang induknya untuk membedakan radiasinya dari bintangnya dan juga dari tampilan yang datang dari atmosfer Bumi. Tim astronom yang sama menguji teknik ini sebelumnya pada planet transit, mengukur kecepatan orbitalnya pada saat ia melintasi cakram bintang.
[5] Hal ini karena kemiringan orbit secara normal tidak diketahui. Jika planet mengorbit secara miring relatif pada garis pandangan antara Bumi dan bintang tersebut maka planet yang lebih masif menyebabkan gerakan maju dan mundur yang sama teramati dari bintang seperti planet yang lebih ringan dalam orbit yang tidak semiring dirinya dan tidak mungkin membedakan kedua efek.
[6] Inversi suhu diduga merupakan karakteristik molekuler dalam emisi spektrum, bukannya dalam absorpsi, sebagaimana ditafsirkan dari pengamatan fotometrik Jupiter panas dengan Teleskop Antariksa Spitzer. Eksoplanet HD209458b adalah contoh inversi panas yang paling banyak dipelajari dalam atmosfer eksoplanet.
[7] Pengamatan ini mendukung model dimana emisi ultraviolet kuat berasosiasi dengan aktivitas kromosfer – sama dengan yang ditunjukkan bintang induk Tau Bootis b – bertanggung jawab atas penghambatan inversi termal.


Sumber : www.faktailmiah.com
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

12 Juli 1962: The Day Information Went Global



Gambar satelit Telstar 1
Telstar diluncurkan oleh NASA pada tanggal 10 Juli 1962, dari Cape Canaveral, Florida, dan merupakan sponsor pribadi pertama misi ruang-faring. Dua hari kemudian, penyampaian sinyal pertama di dunia televisi transatlantik, dari Andover Stasiun Bumi, Maine, ke Pleumeur-Bodou Telecom Center, Brittany, Perancis.

Dikembangkan oleh Bell Telephone Laboratories untuk AT & T, Telstar pertama kali aktif di dunia komunikasi satelit dan payload komersial pertama di dunia di ruang angkasa. Ini menunjukkan kelayakan transmisi informasi melalui satelit, mendapatkan pengalaman dalam pelacakan satelit dan mempelajari pengaruh sabuk radiasi Van Allen pada desain satelit. Satelit ini spin-stabil untuk mempertahankan orientasi yang diinginkan dalam ruang. Daya ke peralatan onboard yang disediakan oleh array surya, bersama dengan sistem back-up baterai.

Meskipun operasional hanya untuk beberapa bulan dan menyampaikan sinyal televisi dari durasi yang singkat, Telstar segera menangkap imajinasi dunia. Gambar pertama, orang-orang dari Presiden John F. Kennedy dan penyanyi Yves Montand dari Perancis, bersama dengan klip dari acara olahraga, gambar bendera Amerika yang berkibar ditiup angin dan gambar diam Gunung Rushmore, adalah prekursor dari komunikasi global yang hari ini sebagian besar diambil untuk diberikan.

Telstar diluncurkan pada tanggal 10 Juli 1962, dari Cape Canaveral, Florida.
Telstar dioperasikan dalam orbit rendah Bumi dan dilacak oleh stasiun bumi di Maine dan Perancis. Setiap stasiun memiliki antena microwave besar yang terpasang pada bantalan, untuk memungkinkan pelacakan satelit selama periode sekitar setengah jam dari orbit masing-masing ketika sudah di atas kepala. Sinyal-sinyal dari Telstar telah diterima dan diperkuat oleh suara rendah "maser" (Microwave Amplifikasi oleh Merangsang Emisi Radiasi), pendahulu dari laser modern. Setelah menunjukkan kelayakan konsep, selanjutnya komunikasi satelit orbit yang diadopsi jauh lebih tinggi, pada 22.300 mil di atas Bumi, di mana kecepatan satelit disamakan dengan rotasi bumi dan dengan demikian tetap muncul di langit. Selama masa hidupnya operasional, Telstar 1 difasilitasi lebih dari 400 telepon, telegraf, faksimili dan transmisi televisi. Ini dioperasikan sampai November 1962, ketika di-dewan elektronik gagal karena efek radiasi.

Sumber : www.nasa.gov
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Virus Bisa Jadi Sumber Energi Listrik


California - Ilmuwan di Berkeley, California menemukan cara baru menghasilkan listrik. Dengan sebuah teknik yang mereka kembangkan, virus bisa diubah menjadi penghasil listrik. 

Terobosan ini berarti suatu hari nanti kita bisa mengisi ulang baterai perangkat seperti ponsel misalnya, dengan generator setipis kertas yang menghasilkan listrik. 

Generator ini dengan elektroda di dalamnya ini memiliki lapisan film dari virus yang direkayasa. Meski demikian, diakui para ilmuwan yang mengembangkan metode ini, penemuan mereka masih tahap awal dan perlu dikembangkan lebih lanjut. 

"Masih perlu banyak penelitian. Namun hasil kerja kami menjanjikan langkah awal menuju pengembangan generator penghasil listrik personal," kata Seung-Wuk Lee dari Department of Energy's Lawrence Berkeley National Lab Amerika Serikat (AS) mewakili timnya. 

Menggunakan teknik rekayasa genetika, tim ilmuwan menambahkan empat molekul bermuatan negatif pada salah satu ujung dari sebuah alat berwujud protesin yang melapisi virus.

Dikutip dari My Fox, Kamis (16/5/2012), generator ini bekerja dengan memanfaatkan properti bernama piezoelectric dari bakteri M13, sebuah virus yang hanya menyerang bakteri dan jinak terhadap manusia. 

Piezoelectric dapat mengubah energi mekanik menjadi listrik. Piezoelectricity sendiri adalah listrik yang dihasilkan dari akumulasi tekanan, seperti pada pemantik api untuk menyulut sebatang rokok. 

"Karena perangkat bioteknologi memungkinkan produksi virus yang dimodifikasi berskala besar, materis piezoelectri berbasis virus bisa menawarkan kemudahan microelectronic di masa depan," kata Lee.



Sumber : Detik.com
Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.