Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Kamis, 30 Agustus 2012

Kelompok Mentoring Tahun Ajaran 2012



Assalamualaikum
Untuk menindak lanjuti Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus hingga tanggal 30 Agustus 2012, maka kami selaku Himpunan Mahasiswa Sains Fisika (HIMASAIFI) akan mengadakan mentoring guna membimbing kawan-kawan Fisika angkatan 2012 agar lebih mudah mendapatkan informasi seputar dunia kampus, Lebih mudah beradaptasi dari perubahan  sekolah menengah ke universitas, dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Jurusan Fisika beserta Himpunan Mahasiswa yang berada didalamnya.
Berikut adalah pembagian anggota kelompok beserta nama pementor dan kontak yang dapat dihubungi

Kelompok Anggota dan Pementor Klik DISINI


**Panduan Download**
  1. Download file berbentuk Winrar
  2. Ekstrak file Winrar dan masukan Password
  3. Password file : himasaifi

Pelaksanaan Mentoring akan dilaksanakan mulai dari tanggal 4 September 2012, Waktu dan tempat akan di umumkan pada Halaman Himasaifi Berikut klik disini "HIMASAIFI UIN BANDUNG" atau melalui Jarkom kosma tiap kelas.
Sekian dan terimakasih
Arigatou Gozaimasu ... Salam Fisikawan Muda
Wassallamualaikum



@Advokom

himasaifi Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Selasa, 21 Agustus 2012

Cuaca Angkasa dan Badai Matahari yang Akan Datang



LONDON (Reuters) - Dalam dua tahun ke depan, saat matahari mencapai puncak siklus aktivitas 10 tahunan, ada risiko meningkat terjadinya badai matahari yang dapat mematikan sumber tenaga listrik dan satelit komunikasi andalan manusia. 

"Pemerintah banyak negara menganggap ini hal yang serius," kata Mike Hapgood, spesialis cuaca luar angkasa di Rutherford Appleton Laboratory di Inggris. "Hal-hal seperti ini memang jarang, tapi saat terjadi, konsekuensinya bisa seperti bencana."

Hapgood mengatakan bahwa badai matahari semakin sering didaftarkan sebagai risiko bencana nasional agar ada perencanaan penanganannya, bersamaan dengan tsunami dan ledakan gunung api.

Statistik pun mendukung kekhawatiran terhadap badai matahari. Ada peluang 12 persen bahwa badai matahari besar akan terjadi di setiap dekade, sehingga kemungkinan terjadinya satu dalam 100 tahun. Terakhir kali badai matahari terjadi adalah 150 tahun lalu.

Industri satelit yang penuh rahasia
Ancaman ini datang dari plasma magnetis yang dikeluarkan matahari saat terjadi coronal mass ejection (CME) atau letusan masif angin matahari dan area magnetik yang dilepaskan ke luar angkasa. Seperti gelembung udara yang meletus di atas permukaan matahari, CME mengirim berton-ton gas ke angkasa dan dapat 'menelan' Bumi dalam 1-3 hari.

Badai geomagnetik yang ditimbulkan bisa memunculkan arus kuat di pembangkit-pembangkit listrik sehingga membuat transformer mahal, inti pembangkit tersebut, meleleh.

Listrik padam yang terjadi di sebagian besar India pekan ini memang tidak disebabkan oleh badai geomagnetik, tapi bisa memberi gambaran yang akan terjadi saat badai matahari datang. Para penambang bisa terjebak, kereta-kereta tak berjalan, dan rumah sakit tak bisa beroperasi. Sementara pemadaman ini terjadi di negara di mana 40% penduduknya tidak mendapat akses listrik. 

Menurut para ilmuwan, badai ini juga bisa merusak atau menghancurkan satelit. Penyebabnya adalah partikel-partikel listrik akan merobek satelit ini dengan kecepatan ratusan mil per detik. Sayangnya, industri satelit tidak terbuka membahas isu ini.

"Masih sangat sedikit yang mengakui bahwa ada masalah," kata Hapgood. Ia menduga bahwa jika ada perusahaan yang mengakui ada masalah, maka perusahaan tersebut akan mengalami kerugian komersil. 

"Jalannya masih panjang sampai pasar mengakui bahwa ada masalah global di sini sehingga bisa memberi keuntungan buat orang-orang yang bisa mengatasi cuaca luar angkasa."

Komunikasi radio dengan pesawat jet juga bisa mati saat badai matahari mengganggu ionosfer, bagian atmosfer bumi yang menjadi jalur gelombang radio.

Saat ada ancaman, maskapai penerbangan akan mengubah rute pesawat ke ketinggian yang lebih rendah sehingga lebih terlindung. Hal seperti ini tidak rutin terjadi, namun bukan hal yang jarang juga, dan menambah pengeluaran bahan bakar.

Mungkin tak akan terjadi
Dalam istilah industri asuransi, ancaman ini disebut "frekuensi rendah, kerusakan tinggi" dan baru-baru saja dianggap serius oleh pemerintah.

"Secara politis, asuransi ini baru dibeli tiga tahun lalu," kata Andrew Richards, analis risiko fatal di National Grid yang menjalankan jaringan listrik Inggris. "Kita tahu bahwa ini adalah dampak-dampak nyata tapi kita masih sangat jauh dari memahaminya." 

Tim ilmuwan di Amerika Utara dan Eropa menghabiskan seharian mengawasi matahari dan memberi peringatan ke pemerintah, perusahaan listrik, operator satelit, dan maskapai penerbangan.

Tetapi, tepatnya seberapa banyak yang harus dikhawatirkan masih belum jelas karena pemahaman akan cuaca angkasa hanya berasal dari insiden dan pekerjaan dalam 20-30 tahun, sekedipan mata dalam ukuran matahari.

Pada 2003, badai magnetik menyebabkan rusaknya 47 satelit dan hancurnya satu satelit bernilai $640 juta, menurut British Antarctic Survey yang tahun ini meluncurkan program prediksi cuaca angkasa dengan dana Uni Eropa untuk industri satelit.

Sebelumnya, pada 1989, badai matahari menjadi sebab matinya semua jaringan listrik di Quebec, Canada dalam waktu 90 detik. Akibatnya jutaan orang tidak mendapat listrik selama 9 jam.

Tetapi satu-satunya badai besar yang dapat menjadi contoh bagaimana dampak badai matahari besar ini terjadi sebelum ada jaringan listrik nasional, internet, atau perjalanan udara yang masif.

Pada 1921, badai magnetik menyebabkan matinya jaringan kereta New York Central dan mengganggu jaringan telegraf dan telepon di dataran Eropa.

Tetapi yang terbesar adalah peristiwa Carrinton pada 1859, saat astronom Inggris Richard Carrington mengamati dan merekam erupsi matahari yang sangat besar dan hanya butuh 17 jam untuk sampai di atmosfer bumi. Aurora borealisnya bahkan terlihat sampai selatan Karibia.

Berita lokal melaporkan bahwa orang-orang di timur laut Amerika Serikat bisa membaca koran pada tengah malam karena cahaya dari aurora tersebut, sementara pekerja tambang di Rocky Mountains bangun dan menyiapkan sarapan karena mereka mengira hari sudah pagi.

Cerita-cerita ini menghibur, namun kini dengan adanya ribuan satelit aktif di orbit dan sekitar bumi, termasuk International Space Station, kerusakan akibat badai matahari bisa menyebabkan kerugian miliaran dolar pada operator privat seperti SES Global dan pemerintah.

Tak bisa kembali ke zaman batu
Sulit untuk menghitung seserius apa dampak kerugian dari hilangnya listrik untuk ekonomi modern, namun laporan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS pada 2008 cukup mengejutkan.

Listrik mati secara luas dalam beberapa jam akan menyebabkan, "gangguan transportasi, komunikasi, perbankan, dan sistem kuangan, dan layanan pemerintahan; kerusakan distribusi air terjadi karena pompa gagal bekerja, selain juga hilangnya makanan layak konsumsi dan obat-obatan karena tidak ada sistem pendingin."

Laporan terpisah dari NASA yang terbit pada 2007 juga memperkirakan terjadi badai matahari skala Carrington yang menyebabkan kerugian operator satelit $30 miliar. Ini belum menghitung hilangnya pemasukan telekomunikasi dan perusahaan penyiaran yang bergantung pada operator satelit ini, serta dapat menyebabkan lubang pada jaringan keamanan militer.



Lyana Ismadelani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Rabu, 15 Agustus 2012

Fisikawan Membelah Atom Menggunakan Presisi Mekanika Kuantum



Kamis, 7 Juni 2012 -  Kuncinya adalah putaran atom yang bisa masuk ke kedua arah secara bersamaan.
Para peneliti dari Universitas Bonn baru saja menunjukkan cara bagaimana atom tunggal dapat dibagi menjadi dua bagian, dipisahkan dan kemudian disatukan kembali. Meskipun kata “atom” secara harafiah berarti “tak dapat dibagi,” namun hukum mekanika kuantum memungkinkan atom dapat dibagi – mirip dengan sinar cahaya – dan menyatukannya kembali.

Hasilnya baru saja dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.
Hukum mekanika kuantum memungkinkan objek berada dalam beberapa keadaan secara bersamaan. Inilah yang disebut sebagai celah-ganda, di mana sebuah partikel dapat melalui dua celah sekaligus. Para ilmuwan Bonn bekerja sama dengan Prof. Dr. Dieter Meschede dari Institut untuk Fisika Terapan Universitas Bonn, berhasil menjaga agar atom tunggal secara bersamaan tetap berada di dua tempat yang berjarak lebih dari sepuluh mikrometer, atau seperseratus milimeter, secara terpisah. Ini adalah jarak yang sangat besar untuk seukuran atom. Setelah itu, atom itu disatukan kembali tanpa ada kerusakan.

Atom berkepribadian ganda
Efek kuantum hanya dapat terjadi pada suhu terendah dan dengan penanganan yang cermat. Salah satu metodenya adalah pendinginan atom caesium dengan menggunakan laser, dan kemudian menahannya dengan laser lain. Sinar laser inilah yang menjadi kunci untuk membelah atom. Hal ini bisa dilakukan karena atom memiliki putaran yang bisa masuk ke dalam dua arah. Tergantung pada arahnya, atom bisa dipindahkan ke kanan atau ke kiri dengan laser. Kuncinya adalah putaran atom yang bisa masuk ke kedua arah secara bersamaan. Jadi, jika atom tersebut dipindahkan ke kanan dan kiri pada saat yang sama, maka ia akan terbelah. “Atom memiliki semacam kepribadian ganda, setengah darinya adalah ke sebelah kanan, dan setengahnya ke sebelah kiri, namun tetap utuh,” jelas Andreas Steffen, penulis utama dalam makalah.

Bagian-bagian yang membandingkan “pengalaman” mereka
Tapi Anda tidak bisa melihat langsung pembelahannya; jika Anda menyinari atom untuk mengambil gambarnya, maka pembelahan ini akan runtuh dengan segera. Atom kemudian bisa dilihat pada beberapa gambar, terkadang di sebelah kiri, terkadang di sebelah kanan - tapi tidak pernah di kedua tempat. Bagaimanapun juga, pembelahan ini bisa dibuktikan dengan menyatukan kembali atom tersebut. Dengan demikian, sebuah interferometer dapat dibangun dari atom, yang misalnya, bisa digunakan untuk mengukur dampak eksternal secara tepat. Di sini, atom dibagi, bergerak terpisah dan bergabung lagi. Apa yang kemudian bisa terlihat, misalnya, adalah perbedaan antara medan magnet dari dua posisi atau akselerasi sejak keduanya tercetak dalam keadaan mekanika kuantum. Prinsip ini telah digunakan untuk mensurvei dengan sangat tepat gaya seperti percepatan bumi.

Sistem kuantum sebagai alat?
Para ilmuwan Bonn, bagaimanapun juga, mencari sesuatu yang lain, yaitu mensimulasikan sistem kuantum yang kompleks. Banyak fisikawan telah lama berharap untuk mampu mensimulasikan apa yang disebut sebagai isolator topologi atau fotosintesis tanaman – fenomena yang sulit untuk ditangkap dengan komputer-komputer super modern – dengan menggunakan sistem kecil kuantum. Langkah pertama dalam perjalanan ke simulator bisa terdiri dari pemodelan pergerakan elektron dalam tubuh yang padat, sehingga memperoleh wawasan untuk perangkat elektronik yang inovatif. Contoh untuk hal ini adalah gerak Dirac elektron pada lapisan grafik tunggal atau munculnya molekul buatan dari partikel-partikel yang berinteraksi. Namun untuk tujuan yang satu ini, atom tidak saja harus dikendalikan dengan baik, tetapi juga dihubungkan berdasarkan hukum mekanika kuantum karena inti dari materi terletak persis di dalam sebuah struktur yang terdiri dari banyak objek kuantum.

Sebuah roda dalam gearbox
“Bagi kami, atom adalah roda penggerak yang terkendali dengan baik dan lancar,” kata Dr. Andrea Alberti, yang memimpin tim riset untuk percobaan Bonn. “Anda dapat membuat sebuah kalkulator dengan kinerja yang luar biasa dengan menggunakan roda-roda, namun agar kalkulator ini bekerja, semua roda itu harus terlibat.” Di sinilah letak signifikansi sebenarnya dari atom yang terbelah: Karena kedua bagiannya disatukan kembali, mereka dapat melakukan kontak dengan atom yang berdekatan dengan kiri maupun kanan dan kemudian berbagi. Hal ini memungkinkan jaringan kecil atom-atom ke bentuk yang bisa digunakan – seperti dalam memori komputer – untuk mensimulasi dan mengontrol sistem yang nyata, yang akan membuat rahasia mereka lebih mudah diakses. Para ilmuwan yakin bahwa seluruh potensi untuk mengontrol sebuah atom akan menjadi jelas dari waktu ke waktu.

Delia Noor Wahidah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Jumat, 10 Agustus 2012

Cerpen: LANGKAH HIDUP SEORANG MUSLIMAH



Menginjak usianya yang ke-21, aku berhasil menyelesaikan kuliah di sebuah Universitas terbeken di Jakarta. Dengan selesainya kuliah tersebut, rasa lega pun menyemai dalam dadaku, tiada beban mata kuliah yang membelenggu dan menjemukan kini berakhirlah sudah.


Inginnya siih... s’telah lulus aku ikut kursus menjahit atau memasak untuk mempersiapkan diri dalam hidup berumah-tangga, hanya keinginan aku tidak sesuai dengan keinginan orang tuaku, mereka menginginkan aku jadi wanita karier yang sukses.  Bahkan kedua orang tuaku yang akhirnya sibuk mencarikan aku pekerjaan, meskipun aku bersikap acuh dengan semua itu. Yaaa...karena orang tua aku dipandang orang yang mampu oleh orang lain, maka tak heran jika tawaran pekerjaan datang dari berbagai sektor. Salah satu yang ditawarkan oleh ibuku yaitu aku disodori untuk mengajar di SMP. Tapi setiap ibuku menyodorkan pekerjaan, setiap kali itu pula aku menolaknya, hingga habis kesabaran orang tuaku. “huhh...k’npa siihh...kalo mau diem dirumah saja, dulu kamu pake kuliah segala...? ngabis-ngabisin uang dan waktu saja...!!!” kata-kata itulah yang akhirnya keluar dari mulut ibuku.

Orang tuaku juga tergolong cukup ulet, hingga tak bosan mereka membujuk serta sedikit memaksa aku untuk berkarier. Akhirnya karena aku merasa gak enak dan hanya sekedar buat menyenangkan kedua orangtuaku, dengan berat hati aku menerima tawaran terakhir  yang disodorkan ibuku untuk mengajar di SMA Islam.

Singkat cerita...!!!
Pagi itu, untuk yang pertama kalinya aku berdiri dihadapan wajah-wajah muda yang usia dan fisiknya gak jauh beda denganku.
“assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...” ucapku mengawali pembicaraan sekaligus membuka pelajaran pada pagi itu. Lantas dengan serempak mereka menjawabnya “wa’alaikumsalam...”. Seraya proses belajar dimulai, aku melihat beberapa anak yang kasak-kusuk dibelakang sambil tersenyum aneh ke arahku, dan terdengar diantara mereka ada yang berbisik...
”Guru baru nie yee...”
“...kenalan dwonk...!!!”
Mendengar suara itu, seketika itu juga aku menjadi gugup dan salah tingkah, mungkin wajahku pun telah berubah, entah merah atau hitam...?
Oh... betapa aku tak gugup, sebab yang menyeletuk seperti itu adalah seorang murid laki-laki  yang setelah aku lihat sepintas seperti bukan anak SMA lagi melainkan kaya sudah lebih dewasa. “astagfirullahan’adiim...” sejenak aku beristigfar dalam hati,
“aaakhh...! baru juga hari pertama aku masuk kelas, sudah banyak mudharatnya, apalagi kalo sudah lama ngajar...”. aku hanya bisa mengeluh dalam hati. Tetapi alhamdlah dengan modal keguruan yang telah aku pelajari, akhirnya berhasil juga mereka yang kasak-kusuk itu aku diamkan. Setelah mereka diam, barulah aku memperkenalkan diri pada mereka.
“nama saya Sussy Lawati, kalian cukup memanggil ibu wati saja...!” ucapnya pada mereka.
“oggah akh..., cakepan dipanggil ibu sussy...” sela muridnya yang agak dewasa itu.
“uuukkhh...nie anak nakal bener...!” rutuknya dalam hati.

Tak sampai di situ saja kelakuan anak itu, lalu ia pun menggerlingkan mata kearahku. Ingin rasanya aku melototin sambil 
menjewer telinganya. Tapi akupun sadar, hal itu tak mungkin bisa aku lakukan.
Bel pun berbunyi, aku keluar dari kelas itu. Ketika itu juga sayup-sayup terdengar suara anak yang nyeletuk “...guru bahasa inggrisnya mungil dan ayu yaaa...” mendengar kata-kata itu, aku hanya bisa beristigfar dalam hati.

Singkat cerita...
Tak terasa tiga bulan sudah aku menjalani karier aku sebagai guru di sekolah ini, namun anehnya aku tak bisa tenang dalam menghadapi bocah-bocah itu dalam kelas. Setiap kali aku masuk kelas, setiap kali itu pula mereka menggodaku habis-habisan. Ketika aku tengah menerangkan satu materi tentang “Present Perfect Tense” ketika itu pula aku melihat di bangku paling ujung seorang anak (Achri) tersenyum-senyum kearahku (tapi bukan memperhatikan pelajaran yang aku sampaikan).
“Achri...coba kerjakan soal yang ada di papan tulis...!!!” bentakku dengan perasaan kesal. Lalu anak itu dengan santai maju sambil berkata se-enaknya “Caileee...Ibu keliatan tambah cuantik aja kalo marah...”
Gerrrrr.......seisi kelas meledak penuh tawa mendengar si Achri yang konyol itu. Dengan kejadian seperti itu, hatiku menjadi panas dipermainkan oleh murid aku sendiri. Hingga habislah kesabaranku. Tanpa aku sadari, aku melampiaskan semua itu dengan cepat-cepat aku bereskan buku-buku yang sempat aku keluarkan, lalu dengan suara yang keras dan tegas aku berkata...”Sekarang Ibu tidak akan mengajar lagi...!!! ibu repot mengajar anak-anak yang kurang baik dan sopan seperti kalian...”. suasana kelas yang tadinya ceria, tiba-tiba berubah hening. Aku melihat si Eko salah satu murid dikelas itu, ia menundukan kepalanya, sementara si Achri yang bikin gara-gara terlihat ketakutan.
“Sungguh baru kali ini aku lihat mereka ketakutan seperti kucing disiram air...” ujar aku pelan.

Di antara wajah-wajah bocah yang tengah ketakutan itu, aku melihat seraut wajah bening yang tengah tersenyum bahagia. Wajah itu seakan puas dengan ucapanku untuk tidak mengajar lagi. Seketika wajah itu berubah gugup ketika dia tau aku melihat kearahnya, lantas dengan sikapnya yang berwibawa itu, ia menundukkan wajahnya untuk menghilangkan rasa malu.
Keputusan ku untuk tidak mengajar lagi udah bulat, aku siap ibuku mau berkata apapun atas keputusanku yang katanya konyol dan tolol ini. Akupun sadar mungkin ibuku belum begitu paham tentang mudharatnya wanita yang keluar rumah tanpa kepentingan yang syar’i.
Singkat cerita...
Ketika aku tangah asyik duduk di beranda, ketika itu pula seseorang berteriak... ”pos...pos...pos...”  aku segera bangkit dan menghampiri pak pos sambil berucap terimakasih. Setelah ku lihat, ternyata surat itu ditujukan untuk aku. Segera  aku masuk rumah dan aku buka amplop itu dengan penuh hati-hati dan kubaca deretan huruf-huruf yang menghiasi kertas putih tersebut.

Buat Ibuku
Di tempat

Assalamu’alaikum...
Wahai Ibu, saya niatkan menulis surat ini benar-benar karena Allah, terus terang saya bahagia Ibu tidak mengajar kami lagi, karena saya tak rela wajah Ibu dipandangi ‘begitu rupa’ oleh teman laki-laki. Dan saya tak tega mendengar suara Ibu yang 
seharusnya tak diumbar(karena aurat) dihabiskan untuk berteriak-teriak di depan kelas. Tetaplah Ibu di rumah seperti yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Wassalamualaikum...

Dari Al Bachri
(ananda XII IPA)

Aku terhenyak setelah membaca surat itu, ada segores malu dan pedih yang tiba-tiba menyelinap. Lalu surat itu pun aku simpan baik-baik sebagai kenangan dari seorang murid yang baik dan berani mengkritik gurunya.

Hari-hari berlalu bulan dan tahun pun terbilang menurut hukum yang telah digariskan Allah SWT., kini tiga tahun sudah peristiwa surat itu berlalu dan hampir saja luput dari ingatanku. Namun Allah SWT berkehendak lain, Ia menghendaki aku untuk mengenang kembali peristiwa itu yang sudah lewat tiga tahun yang lalu.
Yaaa... aku harus mengenangnya kembali surat itu, karena pemilik surat itu kini berada dirumahku dan tengah menghadapi kedua orang tuaku untuk bergegas meminangku. Sungguh...serasa hampir copot jantungku ketika aku tau kalo yang bergegas meminangku adalah orang yang dulu pernah menjadi murid aku. Namun apa hendak dikata ‘nasi telah menjadi bubur’. Sebelumnya aku tidak menyangka sedikitpun kalo bekas muridku sendiri yang akan melamarku, rasa malu pun yang aku rasakan kian menjadi-jadi.
“haruskah aku menjadi istrinya...?” aku bertanya pada diriku sendiri, sementara usiaku dua tahun lebih tua dibanding dia.

Kala itu pula aku tersenyum kembali ketika aku ingat kata-kata Al Bachri dalam suratnya, “wahai ibu...saya tak rela wajah ibu dipandangi begitu rupa oleh teman-teman, tetaplah ibu berada di rumah seperti yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya...”
Kini dihatiku pun tumbuh sebuah jawaban  atas isi surat serta lamarannya, meskipun dengan berjuta rasa malu, “Ya...Akhi Insya Allah saya siap menjadi istrimu...!”.


Bandung, 19 Desember 2011
Achmad Ridwanuloh
ica elriyashi2 Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.