Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Senin, 14 Juli 2014

Sosok Panutan dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan


        Sosok panutan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang dimaksud di sini adalah mereka yang telah memperluas pengetahuan manusia dengan melakukan penelitian dan menghasilkan penemuan baru tentang berbagai aspek kehidupan. Pada skala dunia, kita mengenal Hippocrates, Archimedes, Al-Khwarizmi, Galileo Galilei, Isaac Newton, Marie Curie, Albert Einstein, John F. Nash, Jr., dan masih banyak lagi. Nah, adakah orang Indonesia yang pantas untuk dinobatkan sebagai sosok panutan dalam pengembangan ilmu pengetahuan?

          Halaman ini dibuat untuk mendaftarkan warga (asal) Indonesia yang telah berkontribusi banyak pada pengembangan ilmu pengetahuan, dan karenanya pantas menjadi sosok panutan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Berikut adalah nama-nama yang terlacak di Scopus (http://www.scopus.com), terurut berdasarkan jumlah paper, book chapter, atau review (tidak termasuk prosiding konferensi, editorial, note, atau bentuk lainnya) dan h-indeks mereka. Angka pertama dalam tanda kurung menyatakan jumlah paper, sedangkan angka kedua adalah h-indeks (yang diperbaharui dari waktu ke waktu). Mohon dicatat bahwa urutan ini tidak menyatakan urutan kualitas. Data diperbaharui pada 30 Mei 2014.

1. Romulus Godang (Univ. Mississippi AS, Fisika) (706;61)

2. R. Rahmat (Univ. Mississippi AS, Fisika) (535;49)
Rahmat menempuh pendidikan TK/SD/SMP di Suryadharma dan lulus dari SMAN 29, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia meraih gelar Sarjana dalam bidang Fisika dari Universitas Indonesia. Skripsinya membahas bombardir neutron, hasil penelitiannya di BATAN Serpong menggunakan reaktor nuklir. Gelar master dan doktornya diperoleh dari University of Oregon. Disertasinya disusun berdasarkan hasil penelitiannya di Stanford Linear Accelerator Center (SLAC). Pada periode 2009-2012, ia menjadi peneliti di University of Mississippi, dan sejak Agustus 2012 diangkat sebagai associate professor dan menjabat Ketua Program Fisika MACU. Rahmat terlibat dalam penemuan partikel Higgs yang menghebohkan itu.

3. Suharyo Sumowidagdo (European Organization for Nuclear Research/CERN Swiss, Fisika) (412;46)

4. Rose Amal (UNSW Australia, Teknik Kimia) (216;45)
Rose Amal menempuh pendidikan dasar di SD dan SMP Methodist Medan dan lulus dari SMA Katolik Medan pada tahun 1983. Ia melanjutkan kuliah di UNSW Sydney dan mendapat gelar B.Eng. dalam bidang Teknik Kimia pada tahun 1988. Gelar doktornya diperoleh dari universitas yang sama pada tahun 1991, juga dalam bidang Teknik Kimia. Sejak itu, ia menjadi dosen di UNSW dan kini menjabat sebagai Scientia Profesor pada School of Chemical Engineering, UNSW, Sydney, dan direktur ARC Centre of Excellence for Functional Nanomaterials, Australia. Penelitiannya meliputi particle aggregation, photocatalysis dan functional nanomaterials, serta aplikasinya dalam pengendalian polusi air dan kualitas udara, teknologi energi bersih dan berkelanjutan, dan bioteknologi.

5. Yudi Pawitan (Karolinska Inst. Swedia, Biostatistika) (132;26)
Yudi Pawitan menempuh pendidikan dasar di SD dan SMP Budi Mulia Bogor dan lulus dari SMA Regina Pacis Bogor pada tahun 1977. Ia melanjutkan kuliah di IPB Bogor dan lulus pada tahun 1982. Gelar master dan doktornya diperoleh dari University of California, Davis, pada tahun 1984 dan 1987. Setelah sempat bekerja di University of Washington, Seattle, dan University College Dublin, ia kini menjabat sebagai profesor Biostatistika di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia. Hasil penelitian utamanya antara lain: metode statistika untuk analisis data high-throughput, dan pemodelan statistika untuk data biomedis.

6. Sangkot Marzuki (Eijkman Inst., Biokimia) (113;19) ASEAN Outstanding Scientist Award 2005

7. David Taniar (Monash Univ. Australia, Ilmu Komputer) (120;21)

8. Nico L. Tjandra (NHLBI Bethesda AS, Biokimia) (108;43)

9. Ferry Iskandar (ITB, Fisika/Sains Material) (101;23)

10. Purnomo (US Naval Medical Research Unit No. 2 Jakarta, Kedokteran) (96;12)

11. Suryadi Ismadji (Unika Widya Mandala Surabaya, Teknik Kimia) (94;21)

12. LIE-INJO Luan Eng (UI/Univ. California AS, Kedokteran) (93;–)

13. TJIA May On (ITB, Fisika) (90;13) Penerima Bakrie Award 2012

14. Nelson Tansu (Lehigh Univ. AS, Fisika) (87;39)
Nelson Tansu lahir di Medan pada tahun 1977. Ia lulus dari SMA Sutomo 1 Medan pada tahun 1995, dan melanjutkan kuliah di University of Wisconsin-Madison pada periode 1995-1998. Setelah meraih gelar Bachelor of Science pada tahun 1998, ia menempuh program doktor pada universitas yang sama dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang Fisika Terapan pada tahun 1998. Sempat bekerja di University of Wisconsin semasa studi di sana, dan saat ini ia menjabat sebagai associate profesor di Lehigh University, Betlehem, Amerika Serikat. Di sana ia aktif sebagai peneliti di Center for Photonics and Nanoelectronics, yang berafiliasi dengan Department of Electrical and Computer Engineering.

15. Emiliana Tjitra (KemKes RI, Kedokteran) (87;29)

16. Erry Gunawan (NTU Singapura, Ilmu Rekayasa/Ilmu Komputer) (87;17)

17. Gunawan Indrayanto (Unair, Farmasi) (85;10)

18. KOO H. Kurniawan (Yayasan Maju Makmur Mandiri, Fisika) (84;16)

19. Astar Winoto (Univ. California, Berkeley AS, Biologi Molekuler) (80;31)

20. Felix Partono (UI, Kedokteran) (79;02)

21. Effendy (UM, Kimia) (76;22) Penerima Habibie Award 2012

22. Ignatius Wuled Lenggoro (Tokyo Univ. Agriculture & Technology Japan, Sains Material) (72;28)

23. Cordelia Selomulya (Monash Univ. Australia, Teknik Kimia) (69;15)

24. Mikrajuddin Abdullah (ITB, Fisika) (68;19)

25. Terry Mart (UI, Fisika) (68;14) Penerima Habibie Award 2001

26. Leonardus Broto S. Kardono (LIPI, Kimia) (67;19)

27. Bachti Alisjahbana (Unpad, Kedokteran) (62;19)

28. Wenny Rahayu (La Trobe Univ. Australia, Ilmu Komputer) (62;15)

29. Anastasia H. Muliana (Texas A&M Univ. AS, Teknik Material) (62;14)

30. Fadil Santosa (Univ. Minnesota AS, Matematika) (59;13)

31. Abdul Rohman (UGM, Pertanian/Biologi) (59;11)

32. Muhilal (Puslitbang Gizi Bogor, Kedokteran) (58;19) Penerima Bakrie Award 2013

33. Yana M. Syah (ITB, Kimia) (58;13)

34. Iis Sopyan (IIU Malaysia, Rekayasa/Sains Material) (58;12)

35. Hadi M. Nur (UTM Malaysia, Teknik Kimia) (56;13)

36. Agustinus Agung Nugroho (ITB, Fisika) (53;15)

37. Oki Gunawan (IBM AS, Teknik Elektro) (50;23) Penerima Bakrie Award 2013

38. Hadi Susanto (Univ. Nottingham Inggris, Matematika/Fisika) (53;11)

39. Soedarsono Riswan (LIPI, Biokimia/Farmasi) (50;20)

40. Jaka Sunarso (Deakin Univ. Australia, Sains Material) (50;16)

41. Edy T. Baskoro (ITB, Matematika) (50;09) Penerima Habibie Award 2009

42. Murad Lesmana (US Naval Medical Research Unit No. 2 Jakarta, Kedokteran) (46;15)

43. LIE Tjung Jie (Yayasan Maju Makmur Mandiri, Fisika) (48;14)

44. Ariando (NUS Singapura, Fisika) (48;14)

45. Euis H. Hakim (ITB, Kimia) (46;16)

46. Agus Purwanto (UNS, Teknik Kimia) (46;14)

47. Veronica W. Setiawan (USC AS, Kedokteran) (45;19)

48. Laurentius A. Lesmana (UI, Kedokteran) (45;11)

49. Taniawati Supali (UI, Kedokteran) (43;15)

50. Augustinus G. Soemantri (RS Dr. Kariadi Semarang, Kedokteran) (43;13)

==
51. Khairurrijal (ITB, Fisika) (43;08)

52. Andrivo Rusydi (NUS Singapura, Fisika) (42;14)

53. Antonius Indarto (ITB, Teknik Kimia) (41;10)

54. Irwandy Jaswir (International Islamic Univ. Malaysia, Bioteknologi) (40;11) Penerima Habibie Award 2013

55. Mauridhi H. Purnomo (ITS, Ilmu Komputer) (40;04)

56. Sjamsul A. Achmad (ITB, Kimia) (39;16) Penerima Habibie Award 2005

57. Rahmat Hidayat (ITB, Fisika) (39;14)

58. Marincan H. Pardede (UPH, Fisika) (38;12)

59. Wihaskoro Sosroseno (UGM, Kedokteran) (38;07)

60. LIE Kian Joe (UI/Univ. California AS, Kedokteran) (38;–)

61. Herawati A. Sudoyo (Eijkman Inst., Biokimia) (37;14) Penerima Habibie Award 2008

62. Agung Nugroho (Unlam, Farmasi) (37;08)

63. Ismoen Muhaimin (Univ. Tun Hussein Onn Malaysia, Fisika Teknik) (37;07)

64. Dwi Listyo Rahayu (LIPI, Biologi/Pertanian) (37;06)

65. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo (Chiba Univ. Jepang, Teknik Elektro) (37;06)

66. Rudiyanto Gunawan (ETH Swiss, Biokimia) (35;15)

67. Asep Bayu D. Nandiyanto (UPI, Sains Material) (35;12)

68. Rinda Hedwig (Univ. Binus, Fisika) (34;10)

69. Victor Ginting (Univ. Wyoming AS, Matematika)(33;10)

70. Djoko T. Iskandar (ITB, Biologi) (32;13) Penerima Habibie Award 2005

71. Widjaja Lukito (Pusat Pangan dan Gizi SEAMEO, Biokimia/Biologi Molekuler) (32;13)

72. Din Syafruddin (Eijkman Inst., Kedokteran) (32;12)

73. M. Munir (Unsrat, Kedokteran) (32;–)

74. Anto Sulaksono (UI, Fisika) (31;06) Penerima Habibie Award 2013

75. LIM Yow Pin (Brown Univ. AS, Biokimia) (30;15)

76. Nasrullah Idris (Unsyiah, Fisika) (30;11)

77. Hasanuddin Z. Abidin (ITB, Geodesi) (30;07)

===

Catatan: Untuk melihat karya/publikasi mereka, khususnya 10 nama teratas, silakan klik nama mereka. Karya/publikasi mereka dapat pula dilacak http://scholar.google.com atau http://academic.research.microsoft.com.



sumber http://indonesia2045.com/sosok-panutan-dalam-pengembangan-ilmu-pengetahuan/



ifa nurfaizah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar