Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Selasa, 02 Juni 2015

FISIKA PEDULI, SATU CINTA BERBAGI KEBAHAGIAAN UNTUK SATU SENYUMAN




Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri artinya manusia hidup berdampingan dengan manusia dan lingkungannya. Suatu lingkungan baru bisa dikatakan lingkungan bila di lingkungan itu ada mahluk hidup yang berinteraksi dengan mahluk lainnya dan lingkungannya. Dengan itu kami dari HIMASAIFI mengadakan program kerja Fisika Peduli. Dan yang menjadi sasaran periode kali ini adalah Pondok pesantren Yatim dan Duafa Al-Khasaf Bakti Mulya, bertempat di Komplek Wijaya Kusuma Blok A. No. 21 Kel.Cipadung, Kecamatan Cibiru.
Pagi yang cerah di minggu pagi tanggal 31 Mei 2015 menjadi saksi kami berkumpul, berniat mempersiapkan pemberangkatan dengan kurang lebih 35 orang siap untuk menghadiri salah satu program acara dari Departemen Depsos ini. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dipimpin langsung oleh Nispy dan Cahyani, santri dari Ponpes Al-Khasaf sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Ketua OC Husni Taufiq M, dalam sambuatannya beliau mengungkapkan bahwa mencari tempat panti asuhan di daerah cibiru bagaikan mencari jodoh, dalam artian tak semudah yang dibayangkan, pada akhirnya tempat ini ditemukan melalui rekomendasi dari  Kusmawan, salah satu mahasiswa dari Fisika semester IV.  



Selanjutnya giliran Ketua Umum HIMASAIFI yang menyampaikan satu dan duapatah kata, beliau tetap memberi motivasi pada santri/wati disana tentang mimpi, kita jangan takut untuk tetap bermimpi, karena dengan mimpi kita akan memiliki tujuan, dan dalam menggapainya kita memiliki rasa bersungguh-sungguh agar hal berarti selalu didapatkan. Selain itu, beliau juga mengajak mengenang pada perjuangan Bpk. Ir. Soekarno dimana saat itu beliau berada di balik jeruji tetap memiliki mimpi yang kuat untuk memerdekakan Indonesia, begitupun dengan kita yang masih memiliki jalan panjang, jangan takut untuk terus bermimpi.
Acara selanjutnya yakni sambutan dari Ibu Eli, beliau menerangkan sejarah bagaimana dan mengapa terlahir Pondok Pesantren Kaum Duafa ini. Kemudian para santri disuguhkan dengan cerita tentang Rasulullah SAW yang memiliki kesabaran dan ketabahan yang begitu kuat, yang dipimpin oleh Saukani dan Ahmad Zufi.  Tak lama dari itu acara diteruskan dengan presentasi projek sains, dengan tujuan mengenalkan bahwa sains dekat dengan kita, sains tidak selalu rumit, sains bisa menyenangkan, dan sains juga amat sederhana, diantaranya roket mini, dongkrak hidrolik, lampu otomatis, dan robot sumo. Antusiasme santri/wati terlihat saat mereka berebut untuk mencoba project yang kami bawa.

“Rasa duka dapat terkalahkan ketika rasa suka didapatkan, yakni dengan lancarnya kegiatan ini, banyaknya pengurus yang berkontribusi dalam kegiatan ini, cukup menutup semuanya. Cerita yang menemani juga ada pada saat kita mencari cari tempat seperti ini, mencarinya seperti orang dewasa yang sedang mencari jodoh, harus mencari ketertarikan terlebih dahulu, awalnya saya searching di google, namun sulit juga untuk menemukan yang pas, akhirnya ketika menemukan ponpes ini langsung kami pergi menuju tempat yang direkomendasikan, setelah bertemu dengan bu Eli sebagai Pengasuh sekaligus staff Ponpes dan Dr. Gio sebagai Ketua yayasan.  Dari sanalah kami tertarik untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka lewat ilmu dan pengetahuan bersama cinta dan senyuman” Berikut cerita dari ketua OC saat diwawancarai beberapa hari yang lalu.
Menuju akhir acara, kami disuguhkan dengan suasana merinding yang mengiringi rasa kagum terhadap dua orang santri, yakni Siti Masyitoh yang berusia 16 tahun dia telah mampu menerbitkan 10 buku, dengan berbagai judul yang sangat mengagumkan diantaranya “Mutiara Kesabaran” “Cinta kepada Allah” “7 Langkah menuju Keberuntungan abadi” dan masih banyak lagi. Selanjutnya Seorang laki laki yang akrab disapa Ijul telah menerbitkan sebanyak 6 buah buku, diantaranya “Kata-kata Bijak” “Tips Bahagia Dunia Akhirat” “Mutiara Penyejuk Hati” dan masih ada dengan tiga judul lainnya. Di usia mereka yang masih belia, mereka sudah mampu menginspirasi. Ijul mengaku terinspirasi dengan Imam Al Ghazali terutama karyanya yang berjudul Ihya Ulumuddin sedangkan Siti terinspirasi dengan kehidupan sekitarnya. 



Acara terakhir ditutup dengan pelepasan balon yang ditempel kertas berisi impian dengan harapan para santri/wati berani untuk menggantungkan impiannya setinggi langit. Semoga dengan telah terlaksananya kegiatan ini kita bisa lebih sering untuk berbagi dengan sesama, lebih peduli dan lebih pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah kita dapat.  


Nenden Sukmawati Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

2 komentar:

  1. Luar biasa ^_^ bisa berbagi dengan sesama dan banyak inspirasi serta ilmu yg di dapat ^_^ Fisika Peduli kerreenn ^_^ good job Himasaifi ^_^

    BalasHapus