Untuk pengguna Avast Antivirus, harap matikan dahulu untuk mengakses web ini. Terima Kasih

Senin, 05 Maret 2018

Himasaifi 2017-2018, Kenapa Harus Nashira?



Tidak sedikit yang bertanya dan merasa heran kenapa kabinet himasaifi periode 2017-2018 bernama nashira? Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini himasaifi mengambil sebuah nama bintang sebagai nama kabinetnya, hal ini bertujuan demi membumikan istilah fisika dalam setiap nafas dan gerak langkah himasaifi periode ini.

Himasaifi lahir pada tanggal 29 desember 2008, pada waktu tersebut rasi capricorn sedang menampakan keelokannya menghiasi langit malam. Dalam rasi capricorn terdapat sebuah bintang yang memiliki magnitudo 3.69 sehingga sukar diamati dengan mata telanjang. Bintang ini bernama nashira (dalam mitologi Arab) dan dikenal dengan shura menurut mitologi Jepang.

Nashira berasal dari bahasa arab yang berarti pembawa berita baik. Bintang dengan tipe spektral A7III ini merupakan bintang raksasa berwarna biru keputihan. Bintang ini memancarkan energi 47 kali lebih banyak daripada matahari.

Bagi sebagian organisator menganggap organisasi sebagai rumah, sebagai ibu dan semacamnya. Lain halnya dengan Ulwan Arsalan, ketua Himasaifi periode 2017-2018 yang baru saja dilantik mengatakan, "Organisasi itu seperti bintang. Bintang tidak akan terlihat indah di langit malam jika hanya satu yang bersinar, maka perlu banyak bintang yang bersinar agar sesuatu menakjubkan muncul dengan sambutan kekaguman. Maka jika kita ingin mewujudkan satu impian yang luar biasa, tidak cukup jika hanya satu orang yang berperan, perlu banyak teman lainnya yang ikut andil dalam mewujudkannya, maka jika semua memiliki peran maka akan timbullah suatu keindahan yang merupakan hasil karakterisasi karakteristik dari masing-masing pribadi pengurus. Maka himasaifi bukanlah suatu tempat, himasaifi adalah suatu bangsa yang berkarakter." pendapatnya saat memberikan materi pada upgrading Himasaifi tanggal 24 Februari 2018.

Sebuah bintang tidak bersinar begitu saja, ia memerlukan proses agar bisa menghasilkan cahayanya sendiri. Bintang terbentuk dari nebula yang ukurannya mencapai beberapa tahun cahaya. Jika nebula berotasi cukup besar maka nebula akan runtuh. Saat nebula runtuh maka tekanannya akan mengalami peningkatan sehingga suhunya akan semakin tinggi dan cukup untuk melakukan reaksi fusi nuklir. Reaksi fusi nuklir inilah yang menjadikan bintang bersinar. Jika tekanannya kurang maka protostar tidak akan pernah menjadi bintang yang terang di langit malam, ia hanya berakhir menjadi sebuah katai coklat.

Begitu pula dengan sebuah organisasi. Organisasi memerlukan proses agar ia bisa bersinar, mencapai apa yang menjadi tujuannya. Masalah dan organisasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Organisasi yang hebat bukan terletak dari besarnya masalah yang ia dapat tetapi dari ketahanannya dalam menikmati masalah. Wajar saja jika suatu saat akan ada anggota yang merasa tertekan, jenuh dengan rutinitas, kewalahan dengan berbagai macam amanah. Sebab himasaifi bukan protostar yang menjadi katai coklat di angkasa. Himasaifi adalah bintang raksasa di jagat raya.
Nashira -16d39'44,1"
Wulan Sopiani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar